Tips Penting Pemijahan/Pembibitan Ikla Lele Kolam Terpal

0
88

Duniabinatang.org – Dalam berwirausaha memang banyak jenisnya atau bahkan dalam satu jenis usaha juga terdapat beberapa segmen dan bagian mana yang ingin kita pilih. Bahkan mau diambil semuanya juga tidak masalah jika kita sanggup untuk menjalankannya namun kita harus tetap ingat bahwa kita sebagai manusia jangan serakah.

Khususnya dalam berwirausaha ikan lele, dalam hal ini terdapat dua segmen diamana yang pertama kita bisa membuka usaha pembenihan atau pembibitan ikan lele atau yang kedua hanya membesarkan saja sedangkan bibitnya kita beli. Keduanya sama – sama menguntungkan yang penting kita yakin dan siap untuk memelihara ikan lele. Karena baik pembenihan atau pembeseran semuanya perlu perawatan agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal.

Khusus diartikel kali ini aku akan coba untuk memberikan beberapa tips dalam pembenihan atau pemijahan ikan lele yang dilakukan pada kolam terpal. Kenapa ?

Karena kebanyakan orang hanya ingin beternak lele yang bertujuan untuk membesarkannya saja karena katanya terbilang mudah dibandingkan dengan pembibitan atau pemijahan. Maka dari itu aku sarankan untuk mencoba fokus pada satu segmen saja dulu apalagi bagi kita seorang pemula dalam hal ini agar semuanya tidak menjadi sia – sia.

Ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan dalam melakukan pembibitan atau pemijahan ikan lele diantaranya :

Cara Mengawinkan Ikan Lele Jantan dan Betina
Indukan Lele

Pemilihan Indukan Ikan Lele

Memilih indukan dalam segmen pembenihan ikan lele itu merupakan hal yang sangat penting agar bisa menghasilkan anakan lele yang berkualitas. Dalam memilih indukan lele bisa kita lakukan semenjak calon indukan tersebut mempunyai ukuran 5 – 10 cm agar bisa kita perhatikan hal – hal seperti kelincahan, bentuk tubuh sampai sifat – sifat unggul lainnya dan yang paling penting lagi tidak cacat.

Selanjutkan lakukan pemilihan atau penyeleksian indukan lele tersebut 2 minggu sekali dan kita pisahkan sesuai dengan ukuran untuk menghindari kanibalisme. Untuk indukan jantan bisa kita jadikan setelah berumur 8 bulan dan untuk indukan betina setidaknya sudah berumur 1 tahun serta untuk bobot lele indukan yang bagus sudah mencapai 0,5 kg.

Menyiapkan Kolam Khusus

Kolam ini difungsikan untuk menyimpan dan memisahkan calon indukan dari yang lainnya. Pemberian pakannya juga harus lebih bagus dari yang biasa agar bisa mempercepat kematangan gonad. Kolam yang kita gunakan untuk indukan lele dengan kapasitas tidak lebih dari 6 ekor / meter. Adapun kriteria indukan yang telah memenuhi kriteria tersebut seperti dibawah ini.

Ciri atau Kriteria Ikan Lele Jantan Matang Gonad

  • Mempunyai bentuk tubuh yang ramping
  • Mempunyai alat kelaminnya akan lebih memerah
  • Mempunyai warna tubuh yang terlihat coklat kemerahan
  • Mempunyai gerakan yang sangat lincah

Ciri atau Kriteria Ikan Lele Betina Matang Gonad

  • Mempunyai perut yang membesar mengarah pada bagian anus dan jika kita raba akan terasa lembek
  • Mempunyai alat kelamin yang berwarna kemerahan namun agak sedikit bengkak
  • Mempunyai warna tubuh yang berubah menjadi coklat kemerah – merahan
  • Mempunyai gerakan yang sangat lambat

Itulah cara memilih dan memilah indukan ikan lele yang benar dan cocok untuk segmen pembibtan, satu lagi indukan betina yang sudah matang gonad jika kita tekan perutnya maka akan mengeluarkan telur berwarna hijau dan masih banyak lagi tahapan berikutnya yang bisa kalian simak.

Tips Memijahkan Ikan Lele

Memijahkan atau mengawinkan ikan lele sendiri bisa kita lakukan dengan berbagai metode baik secara alami maupun intensif. Kalau pemijahan yang dilakukan secara alami pastinya tidak ada campur tangan manusia sama sekali namun untuk sekarang ini dalam pemijahan ikan lele kebanyakan menggunakan metode intensif dimana adanya campur tangan manusia dalam pemijahan tersebut, bahkan ada beberapa cara yang dilakukan sepertihalnya dibawah ini :


  1. Penyuntikan hormon buatan

Penyuntikan hormon buatan ini merupakan hormon perangsang dan caranya serta bahannya juga cukup mudah tidak usah mengorbankan ikan lele lain dan mempunyai tingkat keberhasilan yang cukup besar dan satu hal lagi yang tidak kalah penting yaitu bahwa kondisi indukan lele yang akan diberikan suntikan hormon harus sudah dalam keadaan matang gonad.


  1. Penyuntikan hipofisa

Untuk cara intensif yang satu ini tidak jauh berbeda dengan cara pemijahan secara alami, baik dilihat dari indukan sampai kolam yang disediakan. Tapi ada sedikit perbedaan yang terletak pada penyuntikan hipofisa yang dilakukan sebelum proses pemijhan dilakukan baik pada lele jantan atau betina yang pasti keduanya harus dilakukan penyuntikan hipofisa agar bisa merangsang pertumbuhan serta pematangan sel telur.

Untuk mendapatkan hipofisa sendiri cukup exstrim yaitu dengan membelah kepala ikan lele untuk mendapatkannya (kelenjar hipofisa). Sepertihalnya operasi dengan menggunakan beberapa alat bahan dan tekhnik pengerjaan khusus.

Alat dan Bahan :

  • Pisau
  • Pinset
  • Tang penjepit
  • Tabung atau gelas reaksi
  • Gelas pengerus
  • Suntikan

Cara Pengambilan :

  • Kalian potong ikan lele pada bagian pangkal kepalanya dengan menggunakan pisau
  • Arahkan mulut ikan lele keatas kemudian buka mulutnya dan belah bukaan mulutnya dengan pisau secara melintang sehingga membuat kepala ikan terpisah antara bagian atas dan bawah
  • Ambil bagian atasnya dan jangan lupa bersihkan dari darah yang mengalir
  • Kemudian kalian buang tulang penutup hipofisa dengan menggunakan tang jepit yang sudah disediakan tadi.
  • Angkat kelenjar hipofisa dan untuk bentuk kelenjarnya sendiri berbentuk butiran putih jadi jangan sampai salah mengambil kelenjar tersebut.
  • Kemudian kalian gerus kelenjar tersebut dengan gelas penggerus dan encerkan dengan menggunakan air aquadestilata sebanyaks2 ml saja.
  • Selanjutnya kalian pindahkan hipotisa yang sudah di campur air tersebut pada sebuah tabung dan kocok selama 2 – 3 menitan.
  • Biarkan selama 5 menitan dan bisa kita lihat cairan tersebut akan terpisah dengan bagian bawah berupa endapan dan bagian atas berupa cairan bening.
  • Kalian ambil cairan bening atau jernihnya dengan menggunakan jarum suntik.
  • Carian tersebut itu merupakan cairan hipofisa yang siap disuntikan pada ikan lele indukan.
  • Untuk penyuntikannya dilakukan pada bagian punggung ikan lele dengan kemiringan 300 – 60 0 dari arah ekor dengan kedalaman 1, 5 – 2.5 cm.

  1. Penyuntikan in vitro atau dalam tabung

Ini merupakan yang paling exstrim kalau menurut aku karena pembuahannya dilakukan oleh manusia dalam sebuah tabung atau wadah yang sudah disediakan. Bukan hanya itu, dalam pemijahan yang satu ini ikan lele jantan harus dikorbankan dan diambil spermanya saja.

Pemeliharaan Larva

Setelah proses pemijahan selesai maka selanjutnya beralih pada apa yang dihasilkan dari pemijahan tersebut yaitu berupa larva ikan lele. Kalian pisahkan larva tersebut dari indukannya pada kolam khusus yang telah disediakan dan biasanya terbuat dari terpal dan pertahankan suhu air pada kisaran 28 – 290C agar kondisi larva tetap terjaga, karena jika suhu dibawah 250C maka larva tersebut akan berubah bentuk menjadi putih yang akhirnya mati masal.

Pembibitan Ikan Lele
Pembibitan Ikan Lele

Selain itu jangan lupa juga untuk selalu menjaga kebersihan kolam bahkan dari sisa pakan yang tidak dimakan karena kotoran tersebut akan menimbulkan gas amonia yang bisa memicu kematian pada larva ikan lele.

Satu hal lagi yang tidak kalah pentingnya bahwa larva sendiri sudah membawa makanan yang bisa bertahan sampai 3 hari. Untuk itu kita tidak perlu memberikan pakan terhadap larva tersebut selama 1 – 3 atau 4 hari dan setelah itu kita berikan pakan berupa kuning telur yang sudah direbus dan larutkan pada air sebanyak 1 liter kemudian berikan pada larva tersebut. Berikan juga cacing sutera sampai larva berumur 3 mingguan dan setelah itu bisa diberikan pelet dan sudah termasuk pada benih ikan lele.

Nah itulah beberapa tahapan dan beberapa tips penting dalam melakukan pemijahan atau pembibitan ikan lele yang perlu kalian perhatikan agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Jangan sampai larva ikan lele tersebut malah banyak yang mati karena kesalahan atau keteledoran kita sebagai peternak ikan lele. Setelah proses tersebut selesai maka tinggal dijual kepada orang – orang yang ingin beternak membesarkan ikan lele atau bahkan bisa juga kita langsung besarkan sendiri dengan tekhnik yang berbeda dengan ketika pembenihan, semoga bisa bermanfaat.

loading...

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz